Berangkat dari rencana
kegiatan pendampingan LMDH Desa Kalibatur dan Banyuurip Kecamatan Kalidawir,
kami melakukan aktion lapangan yang merupakan pra-kegiatan pendampingan.
Kegiatan ini berupa study lapang yang bertujuan untuk mengetahui seluk beluk
ataupun gambaran umum daripada tempat yang menjadi obyek program pendampingan
yang akan kami lakukan nantinya.
Adapun beberapa hasil
capaian daripada studi yang kami lakukan ini salah satunya adalah tentang
kondisi geografis Desa Kalibatur dan Banyuurip. Kedua Desa ini terletak di
kawasan dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 300 m di atas permukaan laut,
luas sekitar 22 ha dengan 60% kawasan dari masing-masing Desa adalah barada di
kawasan hutan negara. Dan suhu rata-ratanya adalah 27 ̊̊C. Kedua desa ini termasuk
berada pada kawasan pesisir selatan di Kabupaten Tulungagung, dan Jarak kedua
Desa dari pantai adalah sekitar 6 km. Kondisi tanahnya berupa lapisan tanah
tipis diatas bebatuan dan merupakan
jenis tanah liat. Ketika musim hujan tanah ini akan bersifat basah dan lengket,
tetapi ketika musim kemarau tiba tanah ini akan bersifat kering, keras dan
mudah membentuk retakan tanah, sehingga banyak tanaman pada musim ini mengalami
kematian karena akar tanaman tersebut menjadi
banyak yang terputus.
Permasalahan yang
dihadapi adalah ketika hutan lestari maka masyarakat tidak bisa mendapatkan
kesejahteraan dari hutan, tetapi sebaliknya jika masyarakat memaksakan dirinya
untuk memanfaatkan kawasan hutan maka hutan tersebut tidak akan lestari.
Bidang yang selanjutnya kami pelajari adalah
faktor sumberdaya manusianya. Berdasarkan data yang kami himpun menunjukkan
bahwa 90% dari anggota LMDH adalah berusia 50 th ke atas, adapun yang lainnya
adalah bapak-bapak yang berusia 40 – 48 tahun. Latar belakang pendidikan yang
mereka sandang mayoritas adalah lulusan Sekolah Dasar. Adapun yang pernah
menjalani pendidikan setingkat SMP dan SMA adalah sekitar 10% saja. Minoritas
ini adalah mereka yang saat ini banyak difungsikan untuk menangani administrasi
lembaga. Selanjutnya golongan tua berperan sebagai garda depan yang memegang
kekuasaan tinggi dalam LMDH. Faktor tersebut berdampak pada dominasi kekuasaan
dalam sebuah organisasi, sehingga organisasi tersebut seakan-akan hanya miliknya
segelintir orang yang selama ini sering berkecimpung di organisasi. Mayoritas
anggota yang lain masih menganggap bahwa organisasi ini hanyalah jalan untuk
mendapatkan lahan garapan di wilayah hutan negara beserta fasilitas yang
didapat darinya, dan tidak lebih dari itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar